
Pada Hari Minggu 16 Desember 2018 sore hingga malam saya bersama Tim Penyejuk Imani dari Puskat meliput peresmian "Tambo Jentera Muda" di Wisma Salam, Magelang. Kawula muda di Keuskupan Agung Semarang di bawah koordinasi Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Semarang mengadakan Peresmian Bangunan Rumah Pembelajaran Orang Muda Multikultural. Nama bangunan yang diresmikan menarik sekali, alias keren. "Tambo" berarti hikayat atau kisah. Sedangkan "jentera" berarti roda penggerak. Inilah rumah perjumpaan orang muda dengan segala kisahnya yang akhirnya menggerakkan orang muda untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat. Tema yang diangkat juga menarik, "Membangun Jembatan, Bukan Membangun Tembok-tembok". Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari AYD 2017. Selain orang-orang muda katolik, hadir pula warga setempat, kelompok muda Gusdurian, dan Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) Magelang Raya. Rangkaian acara yang digelar antara lain: Kenduri bersama warga Jagang Lor, Hiburan Joy Band, Jagongan multikultur "Talkshow Orang Muda Lintas Agama"; pemotongan pita oleh Mgr. Ruby dan Mgr. Pius, dan Teater Rakyat dari Sumber.