(0)

Katalog


Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">1987, 49 menit, versi Indonesia &amp; Inggris <br> <br> Program Film Video ini berjudul “BISMILLAH”, artinya “Dengan Nama Allah”. Film video ini diproduksi dengan format dokumenter dan berisi usaha pengembangan masyarakat di Indonesia oleh pondok pesantren Jawa - Madura dan Sumatera Selatan.. Sejak abad ke-16 pondok pesantren memegang peranan yang lebih penting bagi penyebaran agama Islam di Indonesia. Para kyai menetap di desa-desa dan mengajarkan kepercayaan baru kepada masyarakat. Para santri hanya bertujuan belajar bahasa Arab untuk dapat membaca al Qur’an dan hukum Islam, sekaligus menyumbangkan pikiran tentang demokratisasi, dan model-model dalam memperbaiki keadaan sosial ekonomi penduduk desa. <br> <br> Produksi film video ini disponsori oleh P3M, Jakarta dan FNS, Jerman. Cerita, naskah dan sutradara oleh Ingo Bethke. Ringkasan cerita: Disajikan berbagai kegiatan para calon kyai atau para santri di berbagai pondok pesantren yang mempunyai ciri khas masing-masing. Pelajaran yang diberikan didasarkan pada surat-surat klasik Islam, namun dalam kenyataannya sangat dipengaruhi oleh aliran Sufisme, salah satu aliran Islam yang mengandung elemen mistik yang menyerap prinsip-prinsip Hindu Budha yang telah ada sebelumnya. Baru pada pertengahan kurun kedua abad ke XIX, Islam murni yang sesuai dengan prototip negara-negara Arab sampai ke Indonesia. <br> <br>Program/produksi film video ini sangat cocok untuk para guru-guru agama, maupun para kepala keluarga untuk menumbuhkan sifat kemandirian. Organisasi swadaya masyarakat, para siswa SLTP, SMU, mahasiswa dan orang dewasa dapat memanfaatkan program ini. </div> <p align="justify">&nbsp;</p>
Dilihat: 2717

1987, 49 menit, versi Indonesia & Inggris

Program Film Video ini berjudul “BISMILLAH”, artinya “Dengan Nama Allah”. Film video ini diproduksi dengan format dokumenter dan berisi usaha pengembangan masyarakat di Indonesia oleh pondok pesantren Jawa - Madura dan Sumatera Selatan.. Sejak abad ke-16 pondok pesantren memegang peranan yang lebih penting bagi penyebaran agama Islam di Indonesia. Para kyai menetap di desa-desa dan mengajarkan kepercayaan baru kepada masyarakat. Para santri hanya bertujuan belajar bahasa Arab untuk dapat membaca al Qur’an dan hukum Islam, sekaligus menyumbangkan pikiran tentang demokratisasi, dan model-model dalam memperbaiki keadaan sosial ekonomi penduduk desa.

Produksi film video ini disponsori oleh P3M, Jakarta dan FNS, Jerman. Cerita, naskah dan sutradara oleh Ingo Bethke. Ringkasan cerita: Disajikan berbagai kegiatan para calon kyai atau para santri di berbagai pondok pesantren yang mempunyai ciri khas masing-masing. Pelajaran yang diberikan didasarkan pada surat-surat klasik Islam, namun dalam kenyataannya sangat dipengaruhi oleh aliran Sufisme, salah satu aliran Islam yang mengandung elemen mistik yang menyerap prinsip-prinsip Hindu Budha yang telah ada sebelumnya. Baru pada pertengahan kurun kedua abad ke XIX, Islam murni yang sesuai dengan prototip negara-negara Arab sampai ke Indonesia.

Program/produksi film video ini sangat cocok untuk para guru-guru agama, maupun para kepala keluarga untuk menumbuhkan sifat kemandirian. Organisasi swadaya masyarakat, para siswa SLTP, SMU, mahasiswa dan orang dewasa dapat memanfaatkan program ini.

 

Berita Terbaru

BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma

  BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini ...


Pelatihan Guru-guru Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta : Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Gelombang 3 (2025)

Pelatihan Guru-guru Yayaan KANISIUS Cabang Yogyakarta: Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual          ...


Foto Terbaru

Video Terbaru