(0)

Katalog


Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">1987: 26 menit <br> <br> Program film video ini merupakan salah satu sarana pendidikan bermedia, yang mengajak kita berpikir tentang kebutuhan komunikasi desa di jaman modern. Istilah “Desa Dunia” berasal dari filsuf terkenal bangsa Kanada, Marshall Mcluhan. Maksudnya dengan adanya televisi seluruh dunia menjadi seperti desa, karena kejadian di tempat yang paling jauh langsung dapat dilihat di layar kecil. .Film video ini menceritakan bagaimana siaran televisi lewat satelit mengubah keadaan di desa terpencil di India. Indonesia pun memiliki satelit dan berkat satelit itu siaran televisi sudah dapat ditangkap sampai ke pelosok-pelosok terpencil. Dan seperti di India siaran yang berasal dari ibu kota dapat dilihat di daerah yang jauh dari pusat. ,Kebudayaan daerah semakin menghilang , dikalahkan oleh suara ibukota yang semakin kuat? Film ini tidak memberi jawaban secara langsung. Pada waktu satelit kita Palapa pertama kalinya diluncurkan, banyak orang berpendapat bahwa satelit berguna untuk pendidikan orang desa, peranan guru dapat digantikan oleh televisi. Apakah televisi bermanfaat untuk desa atau tidak? Sebenarnya televisi untuk kepentingan siapa? <br> <br> Produksi film video ini dibuat oleh WACC yang diterjemahkan oleh SAV Puskat. Pendapat yang berbeda-beda seperti pendapat perdana menteri Indira Gandhi almarhum dan teknokrat Arthur C.Clark, Yash Pal dan Kiran Karnik ditentang oleh George Fenandes sebagai ahli komunikasi. Film video ini mengajak kita untuk berpikir dan berdiskusi dalam kelompok, dan film ini sangat cocok untuk guru-guru, para orang tua yang peduli terhadap pengaruh televisi terhadap anak-anaknya, para mahasiswa komunikasi, antropologi, sosiologi, advertising, filsafat dan Teologi. Para katekis atau para guru agama di sekolah pun dapat memetik manfaat dari program ini. </div> <p align="justify">&nbsp;</p>
Dilihat: 2778

1987: 26 menit

Program film video ini merupakan salah satu sarana pendidikan bermedia, yang mengajak kita berpikir tentang kebutuhan komunikasi desa di jaman modern. Istilah “Desa Dunia” berasal dari filsuf terkenal bangsa Kanada, Marshall Mcluhan. Maksudnya dengan adanya televisi seluruh dunia menjadi seperti desa, karena kejadian di tempat yang paling jauh langsung dapat dilihat di layar kecil. .Film video ini menceritakan bagaimana siaran televisi lewat satelit mengubah keadaan di desa terpencil di India. Indonesia pun memiliki satelit dan berkat satelit itu siaran televisi sudah dapat ditangkap sampai ke pelosok-pelosok terpencil. Dan seperti di India siaran yang berasal dari ibu kota dapat dilihat di daerah yang jauh dari pusat. ,Kebudayaan daerah semakin menghilang , dikalahkan oleh suara ibukota yang semakin kuat? Film ini tidak memberi jawaban secara langsung. Pada waktu satelit kita Palapa pertama kalinya diluncurkan, banyak orang berpendapat bahwa satelit berguna untuk pendidikan orang desa, peranan guru dapat digantikan oleh televisi. Apakah televisi bermanfaat untuk desa atau tidak? Sebenarnya televisi untuk kepentingan siapa?

Produksi film video ini dibuat oleh WACC yang diterjemahkan oleh SAV Puskat. Pendapat yang berbeda-beda seperti pendapat perdana menteri Indira Gandhi almarhum dan teknokrat Arthur C.Clark, Yash Pal dan Kiran Karnik ditentang oleh George Fenandes sebagai ahli komunikasi. Film video ini mengajak kita untuk berpikir dan berdiskusi dalam kelompok, dan film ini sangat cocok untuk guru-guru, para orang tua yang peduli terhadap pengaruh televisi terhadap anak-anaknya, para mahasiswa komunikasi, antropologi, sosiologi, advertising, filsafat dan Teologi. Para katekis atau para guru agama di sekolah pun dapat memetik manfaat dari program ini.

 

Berita Terbaru

BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma

  BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini ...


Pelatihan Guru-guru Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta : Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Gelombang 3 (2025)

Pelatihan Guru-guru Yayaan KANISIUS Cabang Yogyakarta: Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual          ...


Foto Terbaru

Video Terbaru