Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">1987: 15 menit
<br>
<br> Ide dasar film video ini berasal dari Dr. JB Banawiratma. Film video dipersiapkan
untuk pidato peringatan lustrum VII IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta. Diproduksi
secara sederhana, tapi bermakna karena berdasar pada rasa keprihatinan atas situasi
masyarakat yang dituangkan ke dalam lukisan oleh Dadang Christanto dan Justin
Coupertino. Meskipun dua cerita ini merupakan khayalan, namun mungkin saja terjadi
di dalam kenyataan:
<br>
<br>Cerita pertama melukiskan suatu kejadian dalam sistem pembangunan yang seluruhnya
diatur dari pusat, tanpa hak rakyat setempat untuk ikut menentukan.Pelaksanaan
pembangunan dalam hal ini hanya bertanggung jawab kepada atasan saja dan tidak
ada kontrol dari rakyat. Maka fungsi yang sebenarnya tidak pernah dicapai. Yang
mendapat keuntungan hanya kalangan atas saja, sementara rakyat kecil tetap menunggu
dalam keadaan bisu.
<br>
<br>Cerita kedua: Dilukiskan kebalikannya. Pembangunan dimulai dari kesadaran rakyat
setempat dengan bantuan para ilmuwan yang langsung terlibat. Segala yang terjadi
sepenuhnya ditentukan oleh orang yang bersangkutan tanpa campur tangan dari pihak
yang berkepentingan lain.
<br>
<br>Sebenarnya, kita berhadapan dengan dua sistem komunikasi yang saling bertentangan.
Dalam sistem yang diatur dari pusat atau vertikal tidak ada sistem komunikasi
horizontal. Dalam system horizontal tidak ada keputusan yang diambil jauh dari
tempat dimana kebutuhannya timbul, Semua masalah dibicarakan bersama. Suara yang
paling diperhatikan adalah suara mereka yang mengalami kesulitan, dan kemudian
kesulitan itu ditangani bersama. Program/produksi film video ini: cocok untuk
para mahasiswa komunikasi, dan berguna untuk diskusi kelompok remaja. Film ini
cocok untuk melatih kesadaran kritis atas situasi masyarakat. </div>
<p align="justify"> </p>
Dilihat: 2471
1987: 15 menit
Ide dasar film video ini berasal dari Dr. JB Banawiratma. Film video dipersiapkan
untuk pidato peringatan lustrum VII IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta. Diproduksi
secara sederhana, tapi bermakna karena berdasar pada rasa keprihatinan atas situasi
masyarakat yang dituangkan ke dalam lukisan oleh Dadang Christanto dan Justin
Coupertino. Meskipun dua cerita ini merupakan khayalan, namun mungkin saja terjadi
di dalam kenyataan:
Cerita pertama melukiskan suatu kejadian dalam sistem pembangunan yang seluruhnya
diatur dari pusat, tanpa hak rakyat setempat untuk ikut menentukan.Pelaksanaan
pembangunan dalam hal ini hanya bertanggung jawab kepada atasan saja dan tidak
ada kontrol dari rakyat. Maka fungsi yang sebenarnya tidak pernah dicapai. Yang
mendapat keuntungan hanya kalangan atas saja, sementara rakyat kecil tetap menunggu
dalam keadaan bisu.
Cerita kedua: Dilukiskan kebalikannya. Pembangunan dimulai dari kesadaran rakyat
setempat dengan bantuan para ilmuwan yang langsung terlibat. Segala yang terjadi
sepenuhnya ditentukan oleh orang yang bersangkutan tanpa campur tangan dari pihak
yang berkepentingan lain.
Sebenarnya, kita berhadapan dengan dua sistem komunikasi yang saling bertentangan.
Dalam sistem yang diatur dari pusat atau vertikal tidak ada sistem komunikasi
horizontal. Dalam system horizontal tidak ada keputusan yang diambil jauh dari
tempat dimana kebutuhannya timbul, Semua masalah dibicarakan bersama. Suara yang
paling diperhatikan adalah suara mereka yang mengalami kesulitan, dan kemudian
kesulitan itu ditangani bersama. Program/produksi film video ini: cocok untuk
para mahasiswa komunikasi, dan berguna untuk diskusi kelompok remaja. Film ini
cocok untuk melatih kesadaran kritis atas situasi masyarakat.