(0)

Katalog


Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">1997: 28 menit <br> <br> Program video ini pernah ditayangkan di Indosiar pada tanggal 8 Juni 1997. Temanya mengajak kita semua untuk merefleksikan kembali cara berelasi kita dengan alam semesta. Keprihatinan masyarakat dunia dewasa ini ialah bahwa alam semesta tidak serasi lagi dan manusia kehilangan sumber daya alam yang semula berlimpah. Manusia kehilangan udara, air dan tanah yang bebas dari polusi. Hutan dibabat habis-habisan untuk keuntungan sesaat. Akibatnya cuaca pun tidak teratur dan tanah tidak tahan terhadap erosi. Banjir terjadi dimana-mana. <br> <br>Kita harus kembali bersahabat dengan alam. Film video ini dibuat dalam rangka mempromosikan semangat persahabatan dengan alam. Dalam video ini akan ditayangkan: Seorang seniman yang bernama Martinus dari Kalimantan. Ia berkreasi berdasarkan kebudayaan dan sifat alam lingkungannya. Ia berusaha untuk mempromosikan penghargaan terhadap nilai-nilai tradisi, agar manusia selamat. Ditampilkan juga bagaimana Romo Mangunwijaya menerapkan pendidikan untuk anak-anak dengan orientasi pada persahabatannya dengan alam. Keakraban anak dengan alam dan hokum-hukumnya menjadi bekal hidup sepanjang masa. Bila kita menikmati lantunan lagu anak-anak sederhana dari SD Mangunan Yogyakarta, hati kita terketuk untuk menyelamatkan alam semesta yang akan kita wariskan kepada mereka. Dalam video ini juga disajikan bagaimana Pater Agatho memberi contoh pengolahan tanah tanpa pupuk kimia. Kita kunjungi beliau di Cisarua dengan persawahan organiknya. <br> <br> Film video ini bisa dipergunakan untuk diskusi kelompok di sekolah SLTP, SMU, atau Perguruan Tinggi. Orang-orang sederhana pun bisa diajak berdiskusi tentang alam sekitarnya dengan titik tolak tayangan film ini. Temanya tetap relevan sepanjang jaman. </div> <p align="justify">&nbsp;</p>
Dilihat: 2628

1997: 28 menit

Program video ini pernah ditayangkan di Indosiar pada tanggal 8 Juni 1997. Temanya mengajak kita semua untuk merefleksikan kembali cara berelasi kita dengan alam semesta. Keprihatinan masyarakat dunia dewasa ini ialah bahwa alam semesta tidak serasi lagi dan manusia kehilangan sumber daya alam yang semula berlimpah. Manusia kehilangan udara, air dan tanah yang bebas dari polusi. Hutan dibabat habis-habisan untuk keuntungan sesaat. Akibatnya cuaca pun tidak teratur dan tanah tidak tahan terhadap erosi. Banjir terjadi dimana-mana.

Kita harus kembali bersahabat dengan alam. Film video ini dibuat dalam rangka mempromosikan semangat persahabatan dengan alam. Dalam video ini akan ditayangkan: Seorang seniman yang bernama Martinus dari Kalimantan. Ia berkreasi berdasarkan kebudayaan dan sifat alam lingkungannya. Ia berusaha untuk mempromosikan penghargaan terhadap nilai-nilai tradisi, agar manusia selamat. Ditampilkan juga bagaimana Romo Mangunwijaya menerapkan pendidikan untuk anak-anak dengan orientasi pada persahabatannya dengan alam. Keakraban anak dengan alam dan hokum-hukumnya menjadi bekal hidup sepanjang masa. Bila kita menikmati lantunan lagu anak-anak sederhana dari SD Mangunan Yogyakarta, hati kita terketuk untuk menyelamatkan alam semesta yang akan kita wariskan kepada mereka. Dalam video ini juga disajikan bagaimana Pater Agatho memberi contoh pengolahan tanah tanpa pupuk kimia. Kita kunjungi beliau di Cisarua dengan persawahan organiknya.

Film video ini bisa dipergunakan untuk diskusi kelompok di sekolah SLTP, SMU, atau Perguruan Tinggi. Orang-orang sederhana pun bisa diajak berdiskusi tentang alam sekitarnya dengan titik tolak tayangan film ini. Temanya tetap relevan sepanjang jaman.

 

Berita Terbaru

BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma

  BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini ...


Pelatihan Guru-guru Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta : Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Gelombang 3 (2025)

Pelatihan Guru-guru Yayaan KANISIUS Cabang Yogyakarta: Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual          ...


Foto Terbaru

Video Terbaru