Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">1987: 46 menit
<br>
<br> Film Video ini menceritakan, kemajuan negara Jepang. Walaupun lebih kecil dari
negara Perancis, 32% dari tanahnya yang dapat dimanfatkan oleh 120 juta penduduk
Jepang. Dalam waktu kurang dari 100 tahun negara berkembang menjadi Negara Industri
ketiga terbesar di dunia. Ekonomi pasaran bebas menggiatkan irama hidup menjadi
asing pula dengan alam dan lingkungannya. Hal itu menimbulkan rasa was-wasnya
.Masanobu Fukuoka yang berasal dari pulau Sikoku, Jepang selatan. Seorang petani
arif .berpendapat: Sebenarnya jauh lebih sehat dan berguna bagi masyarakat, bila
manusia melangsungkan hidupnya, yang ringan dan menyenangkan penuh waktu luang
.seperti yang dilakukan tokoh film video ini. Sudah 30 tahun ia mengolah tanahnya
(sawah dan ladang) dengan seksama dan sesuai dengan hukum-hukum serta siklus alam
yang harmonis. Kegiatan itu dianggapnya sebagai pertanian yang alamiah yang membuka
sebuah Marga agung.suatu kebudayaan baru,semua orang dapat mencapainya dan tidak
melawan alam tetapi menyatukan dirinya dengan alam. Hal ini karena “Marga agung
tanpa gerbang.”
<br>
<br>Program film video ini diproduksi dengan format dokumenter pengalaman Fukuoka
dalam mengembangkan pupuk hijau/pertanian organik. Dengan percontohan seperti
yang diungkapkan oleh tokoh film ini. Lihatlah pohon akasia ia menghasilkan kayu
bakar yang cukup untuk satu tahun untuk satu keluarga.. Walaupun mungkin pada
suatu waktu sudah tidak ada minyak bumi lagi, manusia bagaimanapun caranya, harus
tetap hidup terus asal saja manusia mengakhiri pertentangannya dengan alam. Alam
sebetulnya sudah menyediakan segalanya. Terang, angin,bumi, air, api, sudah cukup
untuk pertanian. Sekarang ini unsur-unsur tersebut hampir dilupakan manusia. </div>
<p align="justify"> </p>
Dilihat: 2750
1987: 46 menit
Film Video ini menceritakan, kemajuan negara Jepang. Walaupun lebih kecil dari
negara Perancis, 32% dari tanahnya yang dapat dimanfatkan oleh 120 juta penduduk
Jepang. Dalam waktu kurang dari 100 tahun negara berkembang menjadi Negara Industri
ketiga terbesar di dunia. Ekonomi pasaran bebas menggiatkan irama hidup menjadi
asing pula dengan alam dan lingkungannya. Hal itu menimbulkan rasa was-wasnya
.Masanobu Fukuoka yang berasal dari pulau Sikoku, Jepang selatan. Seorang petani
arif .berpendapat: Sebenarnya jauh lebih sehat dan berguna bagi masyarakat, bila
manusia melangsungkan hidupnya, yang ringan dan menyenangkan penuh waktu luang
.seperti yang dilakukan tokoh film video ini. Sudah 30 tahun ia mengolah tanahnya
(sawah dan ladang) dengan seksama dan sesuai dengan hukum-hukum serta siklus alam
yang harmonis. Kegiatan itu dianggapnya sebagai pertanian yang alamiah yang membuka
sebuah Marga agung.suatu kebudayaan baru,semua orang dapat mencapainya dan tidak
melawan alam tetapi menyatukan dirinya dengan alam. Hal ini karena “Marga agung
tanpa gerbang.”
Program film video ini diproduksi dengan format dokumenter pengalaman Fukuoka
dalam mengembangkan pupuk hijau/pertanian organik. Dengan percontohan seperti
yang diungkapkan oleh tokoh film ini. Lihatlah pohon akasia ia menghasilkan kayu
bakar yang cukup untuk satu tahun untuk satu keluarga.. Walaupun mungkin pada
suatu waktu sudah tidak ada minyak bumi lagi, manusia bagaimanapun caranya, harus
tetap hidup terus asal saja manusia mengakhiri pertentangannya dengan alam. Alam
sebetulnya sudah menyediakan segalanya. Terang, angin,bumi, air, api, sudah cukup
untuk pertanian. Sekarang ini unsur-unsur tersebut hampir dilupakan manusia.
Â