(0)

Katalog


Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">1993: 20 menit <br> <br> Berdasarkan Instruksi Presiden (Nr. 3/1986), Proyek Nasional “Pengendalian Hama Terpadu” (PHT) dilaksanakan untuk seluruh Indonesia. Sebagai penunjang diproduksi juga program-program audio visual yang berupa video. Film video ini dikemas dalam format doku drama. Fil video ini dipakai dalam upaya mengubah perilaku para petani dari penggunaan Pestisida dan Insektisida yang berlebihan. Penggunaanbahan-bahan kimia secara berlebihan dapat mematikan binatang atau orang, meracuni organ-organ tubuh, sehingga cukup membahayakan bagi kesehatan. BLPP Wonocatur Yogyakarta mulai suatu pelatihan untuk para pelatih Pengendalian Hama Terpadu. Kemudian mereka yang dilatih diterjunkan dan bekerja sama dengan para petani memakai prinsip dasar, yang melandasi pendekatan para petani dan yang dimainkan oleh para petani sendiri. Propinsi daerah lumbung padi se Indonesia terdiri : Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan–Makasar bekerja sama dengan Departemen Pertanian dan Studio Audio Visual “Puskat”. Kerjasama ini menghasilkan lima produksi film video: yaitu “Bagaimana Produksi Aman, Lingkungan Nyaman,” “Latihan Kilat PHT”, “Peluang Untuk Semakin Berkembang”, “Laboratorium Untuk Petani” dan “Dalam Bayang-Bayang Racun.” <br> <br>Ringkasan Film video “Dalam bayang-bayang Racun”: Menurut pengakuan pemilik toko, hasil penjualan obat hama tanaman seperti Dursban, Vondasep, Orteen, Antracol, dsb.nya dalam satu bulan bisa sebanyak ˝ ton. Menurut pengakuan para petani, seusai menyemprot di sawah, kepala mereka pusing dan muntah. Hasil pemeriksaan th 1990 menunjukkan bahwa jumlah orang yang keracunan obat hama pestisida mencapai 70%. Mereka menggunakan pestisida karena para petani sangat takut tanamannya mengalami kerusakan karena serangan hama. Sementara itu sejak revolusi hijau para petani terdorong untuk menggunakan bahan kimia sebagai pembasmi hama penyakit tanaman. * <br> <br>Produksi program video ini berguna untuk diskusi kelompok dan instrulsional bagaimana memutus perkembangan siklus hama tanaman dan petani perlu selalu memperhitungkan ambang ekonomi. Melalui program ini pula diharapkan petani mampu meningkatkan penghasilannya. </div> <p align="justify">&nbsp;</p>
Dilihat: 2914

1993: 20 menit

Berdasarkan Instruksi Presiden (Nr. 3/1986), Proyek Nasional “Pengendalian Hama Terpadu” (PHT) dilaksanakan untuk seluruh Indonesia. Sebagai penunjang diproduksi juga program-program audio visual yang berupa video. Film video ini dikemas dalam format doku drama. Fil video ini dipakai dalam upaya mengubah perilaku para petani dari penggunaan Pestisida dan Insektisida yang berlebihan. Penggunaanbahan-bahan kimia secara berlebihan dapat mematikan binatang atau orang, meracuni organ-organ tubuh, sehingga cukup membahayakan bagi kesehatan. BLPP Wonocatur Yogyakarta mulai suatu pelatihan untuk para pelatih Pengendalian Hama Terpadu. Kemudian mereka yang dilatih diterjunkan dan bekerja sama dengan para petani memakai prinsip dasar, yang melandasi pendekatan para petani dan yang dimainkan oleh para petani sendiri. Propinsi daerah lumbung padi se Indonesia terdiri : Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan–Makasar bekerja sama dengan Departemen Pertanian dan Studio Audio Visual “Puskat”. Kerjasama ini menghasilkan lima produksi film video: yaitu “Bagaimana Produksi Aman, Lingkungan Nyaman,” “Latihan Kilat PHT”, “Peluang Untuk Semakin Berkembang”, “Laboratorium Untuk Petani” dan “Dalam Bayang-Bayang Racun.”

Ringkasan Film video “Dalam bayang-bayang Racun”: Menurut pengakuan pemilik toko, hasil penjualan obat hama tanaman seperti Dursban, Vondasep, Orteen, Antracol, dsb.nya dalam satu bulan bisa sebanyak ˝ ton. Menurut pengakuan para petani, seusai menyemprot di sawah, kepala mereka pusing dan muntah. Hasil pemeriksaan th 1990 menunjukkan bahwa jumlah orang yang keracunan obat hama pestisida mencapai 70%. Mereka menggunakan pestisida karena para petani sangat takut tanamannya mengalami kerusakan karena serangan hama. Sementara itu sejak revolusi hijau para petani terdorong untuk menggunakan bahan kimia sebagai pembasmi hama penyakit tanaman. *

Produksi program video ini berguna untuk diskusi kelompok dan instrulsional bagaimana memutus perkembangan siklus hama tanaman dan petani perlu selalu memperhitungkan ambang ekonomi. Melalui program ini pula diharapkan petani mampu meningkatkan penghasilannya.

 

Berita Terbaru

BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma

  BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini ...


Pelatihan Guru-guru Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta : Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Gelombang 3 (2025)

Pelatihan Guru-guru Yayaan KANISIUS Cabang Yogyakarta: Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual          ...


Foto Terbaru

Video Terbaru