Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">1991: 20 menit
<br>
<br> Berdasarkan Instruksi Presiden (Nr. 3/1986), Proyek Nasional “Pengendalian Hama
Terpadu” (PHT) dilaksanakan untuk seluruh Indonesia. Sebagai penunjang diproduksi
juga program-program audio visual yang berupa video. Film video ini dikemas dalam
format doku drama. Fil video ini dipakai dalam upaya mengubah perilaku para petani
dari penggunaan Pestisida dan Insektisida yang berlebihan. Penggunaanbahan-bahan
kimia secara berlebihan dapat mematikan binatang atau orang, meracuni organ-organ
tubuh, sehingga cukup membahayakan bagi kesehatan. BLPP Wonocatur Yogyakarta mulai
suatu pelatihan untuk para pelatih Pengendalian Hama Terpadu. Kemudian mereka
yang dilatih diterjunkan dan bekerja sama dengan para petani memakai prinsip dasar,
yang melandasi pendekatan para petani dan yang dimainkan oleh para petani sendiri.
Propinsi daerah lumbung padi se Indonesia terdiri : Daerah Istimewa Yogyakarta,
Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan–Makasar
bekerja sama dengan Departemen Pertanian dan Studio Audio Visual “Puskat”. Kerjasama
ini menghasilkan lima produksi film video: yaitu “Bagaimana Produksi Aman, Lingkungan
Nyaman,” “Latihan Kilat PHT”, “Peluang Untuk Semakin Berkembang”, “Laboratorium
Untuk Petani” dan “Dalam Bayang-Bayang Racun.”
<br>
<br>Ringkasan Film Video “Laboratorium untuk Petani”: Sebagai kegiatan yang tumbuh
dan berkembang Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu ternyata mendorong petani
untuk semakin mengenal dan mampu menangani masalah di sawahnya sendiri. Program
ini sangat membantu sekali, terutama menambah pengetahuan dan tukar menukar pengalaman
juga untuk memecahkan masalah bersama-sama dengan lebih cepat dan tepat. Gejala
ini patut diperkembangkan demi kemajuan petani di Indonesia. *
<br>
<br>Produksi program video ini berguna untuk diskusi kelompok dan instrulsional bagaimana
memutus perkembangan siklus hama tanaman dan petani perlu selalu memperhitungkan
ambang ekonomi. Melalui program ini pula diharapkan petani mampu meningkatkan
penghasilannya. </div>
<p align="justify"> </p>
Dilihat: 2645
1991: 20 menit
Berdasarkan Instruksi Presiden (Nr. 3/1986), Proyek Nasional “Pengendalian Hama
Terpadu” (PHT) dilaksanakan untuk seluruh Indonesia. Sebagai penunjang diproduksi
juga program-program audio visual yang berupa video. Film video ini dikemas dalam
format doku drama. Fil video ini dipakai dalam upaya mengubah perilaku para petani
dari penggunaan Pestisida dan Insektisida yang berlebihan. Penggunaanbahan-bahan
kimia secara berlebihan dapat mematikan binatang atau orang, meracuni organ-organ
tubuh, sehingga cukup membahayakan bagi kesehatan. BLPP Wonocatur Yogyakarta mulai
suatu pelatihan untuk para pelatih Pengendalian Hama Terpadu. Kemudian mereka
yang dilatih diterjunkan dan bekerja sama dengan para petani memakai prinsip dasar,
yang melandasi pendekatan para petani dan yang dimainkan oleh para petani sendiri.
Propinsi daerah lumbung padi se Indonesia terdiri : Daerah Istimewa Yogyakarta,
Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan–Makasar
bekerja sama dengan Departemen Pertanian dan Studio Audio Visual “Puskat”. Kerjasama
ini menghasilkan lima produksi film video: yaitu “Bagaimana Produksi Aman, Lingkungan
Nyaman,” “Latihan Kilat PHT”, “Peluang Untuk Semakin Berkembang”, “Laboratorium
Untuk Petani” dan “Dalam Bayang-Bayang Racun.”
Ringkasan Film Video “Laboratorium untuk Petani”: Sebagai kegiatan yang tumbuh
dan berkembang Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu ternyata mendorong petani
untuk semakin mengenal dan mampu menangani masalah di sawahnya sendiri. Program
ini sangat membantu sekali, terutama menambah pengetahuan dan tukar menukar pengalaman
juga untuk memecahkan masalah bersama-sama dengan lebih cepat dan tepat. Gejala
ini patut diperkembangkan demi kemajuan petani di Indonesia. *
Produksi program video ini berguna untuk diskusi kelompok dan instrulsional bagaimana
memutus perkembangan siklus hama tanaman dan petani perlu selalu memperhitungkan
ambang ekonomi. Melalui program ini pula diharapkan petani mampu meningkatkan
penghasilannya.
Â