(0)

Katalog


Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">1990: 18 menit <br> <br> Berdasarkan Instruksi Presiden (Nr. 3/1986), Proyek Nasional “Pengendalian Hama Terpadu” (PHT) dilaksanakan untuk seluruh Indonesia. Sebagai penunjang diproduksi juga program-program audio visual yang berupa video. Film video ini dikemas dalam format doku drama. Fil video ini dipakai dalam upaya mengubah perilaku para petani dari penggunaan Pestisida dan Insektisida yang berlebihan. Penggunaanbahan-bahan kimia secara berlebihan dapat mematikan binatang atau orang, meracuni organ-organ tubuh, sehingga cukup membahayakan bagi kesehatan. BLPP Wonocatur Yogyakarta mulai suatu pelatihan untuk para pelatih Pengendalian Hama Terpadu. Kemudian mereka yang dilatih diterjunkan dan bekerja sama dengan para petani memakai prinsip dasar, yang melandasi pendekatan para petani dan yang dimainkan oleh para petani sendiri. Propinsi daerah lumbung padi se Indonesia terdiri : Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan–Makasar bekerja sama dengan Departemen Pertanian dan Studio Audio Visual “Puskat”. Kerjasama ini menghasilkan lima produksi film video: yaitu “Bagaimana Produksi Aman, Lingkungan Nyaman,” “Latihan Kilat PHT”, “Peluang Untuk Semakin Berkembang”, “Laboratorium Untuk Petani” dan “Dalam Bayang-Bayang Racun.” <br> <br>Ringkasan Film Video: Latihan Kilat PHT dimulai dengan pengakuan seorang petani musim tanam th 1989/1990. Panen padinya gagal, karena terserang hama (Sundep, Puso), Karena ledakan hama penggerek padi putih, khususnya, di jalur pantai utara, wilayah penghasil padi yang sangat pontensial di jawa. Masyarakat petani mengalami kerugian besar. Karena perubahan ekosistem yang merisaukan para petani tidak dapat mengatasinya lagi dengan obat hama Pestisida. Metodologi yang diterapkan di dalam PHT kilat ialah meningkatkan kemampuan para penyuluh pertanian dan para petani untuk mengadakan pengamatan di persawahan. Mereka mengidentifikasi apa yang mereka dapati di sawah.secara dini. Kemudian dalam diskusi, kelompok petani mengambil keputusan tanpa menunggu instruksi dari para pejabat dalam menangani permasalahan mereka sendiri. * <br> <br> Produksi program video ini berguna untuk diskusi kelompok dan instrulsional bagaimana memutus perkembangan siklus hama tanaman dan petani perlu selalu memperhitungkan ambang ekonomi. Melalui program ini pula diharapkan petani mampu meningkatkan penghasilannya. </div> <p align="justify">&nbsp;</p>
Dilihat: 3307

1990: 18 menit

Berdasarkan Instruksi Presiden (Nr. 3/1986), Proyek Nasional “Pengendalian Hama Terpadu” (PHT) dilaksanakan untuk seluruh Indonesia. Sebagai penunjang diproduksi juga program-program audio visual yang berupa video. Film video ini dikemas dalam format doku drama. Fil video ini dipakai dalam upaya mengubah perilaku para petani dari penggunaan Pestisida dan Insektisida yang berlebihan. Penggunaanbahan-bahan kimia secara berlebihan dapat mematikan binatang atau orang, meracuni organ-organ tubuh, sehingga cukup membahayakan bagi kesehatan. BLPP Wonocatur Yogyakarta mulai suatu pelatihan untuk para pelatih Pengendalian Hama Terpadu. Kemudian mereka yang dilatih diterjunkan dan bekerja sama dengan para petani memakai prinsip dasar, yang melandasi pendekatan para petani dan yang dimainkan oleh para petani sendiri. Propinsi daerah lumbung padi se Indonesia terdiri : Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan–Makasar bekerja sama dengan Departemen Pertanian dan Studio Audio Visual “Puskat”. Kerjasama ini menghasilkan lima produksi film video: yaitu “Bagaimana Produksi Aman, Lingkungan Nyaman,” “Latihan Kilat PHT”, “Peluang Untuk Semakin Berkembang”, “Laboratorium Untuk Petani” dan “Dalam Bayang-Bayang Racun.”

Ringkasan Film Video: Latihan Kilat PHT dimulai dengan pengakuan seorang petani musim tanam th 1989/1990. Panen padinya gagal, karena terserang hama (Sundep, Puso), Karena ledakan hama penggerek padi putih, khususnya, di jalur pantai utara, wilayah penghasil padi yang sangat pontensial di jawa. Masyarakat petani mengalami kerugian besar. Karena perubahan ekosistem yang merisaukan para petani tidak dapat mengatasinya lagi dengan obat hama Pestisida. Metodologi yang diterapkan di dalam PHT kilat ialah meningkatkan kemampuan para penyuluh pertanian dan para petani untuk mengadakan pengamatan di persawahan. Mereka mengidentifikasi apa yang mereka dapati di sawah.secara dini. Kemudian dalam diskusi, kelompok petani mengambil keputusan tanpa menunggu instruksi dari para pejabat dalam menangani permasalahan mereka sendiri. *

Produksi program video ini berguna untuk diskusi kelompok dan instrulsional bagaimana memutus perkembangan siklus hama tanaman dan petani perlu selalu memperhitungkan ambang ekonomi. Melalui program ini pula diharapkan petani mampu meningkatkan penghasilannya.

 

Berita Terbaru

BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma

  BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini ...


Pelatihan Guru-guru Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta : Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Gelombang 3 (2025)

Pelatihan Guru-guru Yayaan KANISIUS Cabang Yogyakarta: Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual          ...


Foto Terbaru

Video Terbaru