(0)

Katalog


Harga: Rp 30.000
Deskripsi: <div align="justify">34 menit (Yoh 4:1-42) <br> <br>INJIL – Kabar Gembira atau Sabda Allah yang berpribadi dan hidup. Sabda yang hidup itu bersifat kreatif dan mengubah hati manusia. Film Internasional dari seri Walking on Water (Berjalan di Atas Air) dibuat di London, Inggeris dan beberapa negara lain, termasuk Indonesia oleh John Wijngaards. Seri ini berisi 9 judul: Injil Membangun Jemaat Kristen, Injil Dihasilkan Oleh Jemaat Kristen, Injil dan Hidup, Yesus Mencintai MasyarakatNya, Bahasa Yesus Yang Membebaskan, Yesus Menghadapi Kuasa Politik, Mengumpulkan Harta Abadi, Menghilangkan Status Sosial, dan Menghormati Citra Allah. Pengarang skrip dan Produser seri film video ini membantu kita supaya kita jangan bimbang mengenai apa yang dilakukan Yesus sendiri dan membantu bagaimana kita dapat bertemu dengan Yesus. Judul yang ditambahkan dalam paket ini adalah Cerita Injil Yohanes. Video ini dapat menjadi sarana yang tepat untuk menjawabnya. Produksi Video internasional ini sesuai untuk: <br>1. Pengajaran Kitab Suci yang tepat untuk katekese orang dewasa dan kerasulan kitab suci. <br>2. Film video ini cocok sebagai bahan Group Media, belajar secara partisipatif dalam kelompok. <br>3. Produksi film video Internasional ini memakai metode-metode yang modern dan canggih. <br>4. Dengan melihat bagaimana sabda Tuhan dihayati, orang Kristen dapat belajar menafsirkan Injil secara kreatif. <br> <br>Ringkasan Film: Video seri 109 “Menghormati Citra Allah” (cerita Kitab Suci dan cerita kehidupan) ini menceritakan Ibu Sutiyah dari desa Tangen. Ia termasuk petani miskin dan mempunyai keprihatinan atas keadaan desanya yang kering. Untuk menambah penghasilannya ia membuat gerabah dan menjualnya di pasar. Ia mempunyai gagasan agar desanya mempunyai saluran air, sehingga bisa subur seperti desa tetangga. Ia mengusulkannya kepada warga dan didukung oleh katekis. Namun sebagian besar laki-laki menyangsikannya. Karena pemerintah tidak bisa mendanai usulan tersebut, dengan kebulatan tekad, Ibu Sutiyah menggali selokan sendirian, meskipun mendapat cibiran dari tetangganya. Ketika selokannya semakin terwujud, banyak warga desa ikut membantu Ibu Sutiyah. Ibu Sutiyah dan warga desa sangat gembira ketika selokan itu selesai dibuat. Program ini bisa digunakan untuk bahan diskusi kelompok, mengangkat masalah-masalah sosial di sekitar kita. </div>
Dilihat: 2972

34 menit (Yoh 4:1-42)

INJIL – Kabar Gembira atau Sabda Allah yang berpribadi dan hidup. Sabda yang hidup itu bersifat kreatif dan mengubah hati manusia. Film Internasional dari seri Walking on Water (Berjalan di Atas Air) dibuat di London, Inggeris dan beberapa negara lain, termasuk Indonesia oleh John Wijngaards. Seri ini berisi 9 judul: Injil Membangun Jemaat Kristen, Injil Dihasilkan Oleh Jemaat Kristen, Injil dan Hidup, Yesus Mencintai MasyarakatNya, Bahasa Yesus Yang Membebaskan, Yesus Menghadapi Kuasa Politik, Mengumpulkan Harta Abadi, Menghilangkan Status Sosial, dan Menghormati Citra Allah. Pengarang skrip dan Produser seri film video ini membantu kita supaya kita jangan bimbang mengenai apa yang dilakukan Yesus sendiri dan membantu bagaimana kita dapat bertemu dengan Yesus. Judul yang ditambahkan dalam paket ini adalah Cerita Injil Yohanes. Video ini dapat menjadi sarana yang tepat untuk menjawabnya. Produksi Video internasional ini sesuai untuk:
1. Pengajaran Kitab Suci yang tepat untuk katekese orang dewasa dan kerasulan kitab suci.
2. Film video ini cocok sebagai bahan Group Media, belajar secara partisipatif dalam kelompok.
3. Produksi film video Internasional ini memakai metode-metode yang modern dan canggih.
4. Dengan melihat bagaimana sabda Tuhan dihayati, orang Kristen dapat belajar menafsirkan Injil secara kreatif.

Ringkasan Film: Video seri 109 “Menghormati Citra Allah” (cerita Kitab Suci dan cerita kehidupan) ini menceritakan Ibu Sutiyah dari desa Tangen. Ia termasuk petani miskin dan mempunyai keprihatinan atas keadaan desanya yang kering. Untuk menambah penghasilannya ia membuat gerabah dan menjualnya di pasar. Ia mempunyai gagasan agar desanya mempunyai saluran air, sehingga bisa subur seperti desa tetangga. Ia mengusulkannya kepada warga dan didukung oleh katekis. Namun sebagian besar laki-laki menyangsikannya. Karena pemerintah tidak bisa mendanai usulan tersebut, dengan kebulatan tekad, Ibu Sutiyah menggali selokan sendirian, meskipun mendapat cibiran dari tetangganya. Ketika selokannya semakin terwujud, banyak warga desa ikut membantu Ibu Sutiyah. Ibu Sutiyah dan warga desa sangat gembira ketika selokan itu selesai dibuat. Program ini bisa digunakan untuk bahan diskusi kelompok, mengangkat masalah-masalah sosial di sekitar kita.

Berita Terbaru

BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma

  BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini ...


Pelatihan Guru-guru Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta : Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Gelombang 3 (2025)

Pelatihan Guru-guru Yayaan KANISIUS Cabang Yogyakarta: Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual          ...


Foto Terbaru

Video Terbaru